Peneliti COVID Sekarang Dapat Melihat Bagaimana COVID Menyebar di Sel Paru-paru

Peneliti COVID Sekarang Dapat Melihat

Para ilmuwan telah mencapai tonggak baru dalam penelitian COVID: Kita sekarang tahu aktivitas molekuler apa yang terjadi pada sel paru-paru yang terinfeksi. Para ilmuwan merancang model eksperimental eksklusif dari kegiatan pada awal infeksi COVID dan percaya bahwa eksperimen lebih lanjut akan membuka jalan bagi pengembangan vaksin.

Elke Muhlberger, seorang Virologist dan rekan penulis studi penelitian dari Boston University (BU), menyatakan penelitian ini bertujuan untuk memeriksa perilaku virus selama tahap awal infeksi paru-paru. Hasilnya mengkhawatirkan: Virus membajak dan merusak sel dalam 60 menit pertama. Di sisi lain, virus Ebola tidak mempengaruhi sel dengan cepat; bahkan pada tahap awal infeksi dan secara mengejutkan tidak pada tahap selanjutnya. Dalam kasus COVID, virus sepenuhnya mengambil alih sel dan menggandakan sistem genetiknya—tanpa menggandakan dirinya sendiri. Sederhananya, itu memodifikasi proses metabolisme sel yang terinfeksi; infeksi berhasil menghancurkan membran nuklir pada awal infeksi.

Virus mendapatkan akses ke nukleus dengan membuka membran nukleus dan memanipulasi sistem genetik. Sel-sel paru-paru kita—yang bertanggung jawab atas fungsi pernapasan—tidak tahan terhadap serangan itu dan akhirnya mati. Aktivitas ini menyebabkan peradangan, yang memicu serangkaian aktivitas biologis yang membunuh lebih banyak sel paru-paru. Menurut penelitian, aktivitas ini mempercepat kondisi mematikan seperti Pneumonia dan disfungsi pernapasan lainnya, yang pada akhirnya menyebabkan komplikasi pernapasan yang lebih akut.

Author: Daisy Simpson